AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

Desa Sumur – UJUNG KULON (23 Mei 2009)

“Berapa bang, harga cumi serenteng gini?” tanya Darwin. “5000 perak, dek,” kata si nelayan. What?! Cumi harganya cuma segitu? Eh buset… kalo tinggal di sini, gw bakal makan cumi pake sambel deh tiap hari😀 Sebelum ke sini, gw-Darwin mampir dulu di Cilegon, buat nuker mobil sekalian ‘nodong’ Mas Aldo dan Rano buat makan di bubur Babunhok (bubur terenak di dunia nih!). Dari Cilegon, baru deh menempuh perjalanan sekitar 4 jam (dengan rute yang konon ampuh buat aborsi karena jalanannya rusak!), untuk sampe di desa ini… Tapi, jalanannya nggak separah yang gw bayangin… masih moderatlah buat dilalui mobil (kecuali sedan kali, ya). Karena sampe setelah subuh buta (barengan nelayan pulang), jadilah kita nongkrong di pelabuhan yang ternyata juga merangkap pasar ikan, ditemani sekeping gemblong & bakwan goreng bumbu kacang🙂

Ricoh Image Ricoh Image Ricoh Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 15, 2012 by .
%d bloggers like this: