AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

Taman Rekreasi Kaliurang – YOGYAKARTA (11 Mei 2013)

Pas Ayah-Mama mau ke Ullen Sentalu, Mbak Vira-Jon-Sean nggak ikutan karena Sean mau tidur. Berhubung udah pernah ke museum kece ini (dan Rakata ketakutan di beberapa spot karena melihat ‘sesuatu’), gw-Darwin-Rakata-Ranaka melipir ke Taman Rekreasi Kaliurang aja pas tur Ayah-Mama mau dimulai. Tadinya gw pikir di taman ini bakal rame karena kita dateng pas weekend (hari Sabtu) gitu, eh ternyata sepi! Enaaak deh tamannya… luas, hawanya sejuk pol, penuh pohon besar, dan playground ngamprak di mana-mana. Bahkan kita nemu satu ayunan yang tinggi buanget kursinya, sampe kaki Darwin aja ngegantung pas duduk. Di sini kita main jadi pemadam kebakaran dan pesawat terbang, lari-lari nyusurin jalan setapak sambil heboh ngerentangin tangan😀 dibanding playground, yang jadi favorit Rakata-Ranaka di sini kayaknya adalah patung raksasa hijau yang sepatunya lepas. Sampe pas mau pulang buat jemput Ayah-Mama, itu patung didadah-dadahin mlulu😀 dari Ullen Sentalu, lanjut ke Museum Gunungapi Merapi. Rakata-Ranaka masing-masing sempet foto dengan gambar gunung yang menjadi inspirasi nama mereka🙂 sayangnya, pas film di bioskopnya mau mulai, Ranaka minta balik ke mobil buat nyusu, dan tiduuur! huhuhu, gw jadi nggak ikut nonton deh, padahal suka banget sama filmnya yang keren. Kelar nonton, lanjut lunch di Raminten cabang Kaliurang, dan lagi-lagi gw nggak ikutan karena Ranaka masih tidur. Si Mama juga sempet beli sarung bantal di Mirota di sebelahnya. Nyampe hotel, Ayah-Mama istirahat sementara gw-Darwin-Rakata-Ranaka jalan kaki ke Malioboro cari makan buat gw yang kelaperan. Makan di Ayam Pedas Wong Jowo yang ternyata sambelnya beneran pedes! (selama ini gw-Darwin kan nggak pernah percaya sama pedesnya orang Jogja). Malemnya, dinner rame-rame di Dapur Sambal. Darwin cerita, pas mau bayar, Mbak Vira udah ngeluarin 300 ribu aja dari dompet, tapi ternyata totalnya nggak sampe 100 ribu! Hahaha… gimana dateng ke Semarang ya… gw punya suami yang penghasilannya ‘cuma’ standar ibukota aja berasa tajir ngabisin duit di Semarang-Jogja, apalagi yang gajinya dolar😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on May 27, 2013 by .
%d bloggers like this: