AMEL OH AMEL

“One day your life will flash before your eyes. Make sure its worth watching.”

Taman Djamoe Indonesia – BERGAS (18 September 2013)

Pecut Kuda, Iler, Daun Kentut, Nona Makan Sirih, itu baru empat dari banyaaaaaaak banget nama tanaman lain yang gue baru ngeh keberadaannya di dunia setelah dateng ke sini😀 sumpah ya, dari semua tanaman yang ada di taman seluas tiga hektar ini, paling cuma sekitar lima tanaman yang gue tahu, sisanya blassss bener-bener baru tau😀 mana Rakata lagi tertarik sama huruf pula, jadi gemporlah mulut gue bacain puluhan papan nama tanaman yang ada di sana.
Tamannya enak deh buat bawa anak kecil. Luaaaaas… jadi pertama ada museum kecil, trus ada bioskop yang muter film sejarah jamu, trus ada track dari batu-batuan, ada tempat spa dengan ramuan herbal (tapi mesti reservasi dulu), ada kafetaria yang jual aneka produk jamu, termasuk es krim jamu!😀 Harganya murah meriah pula. Es mambo rasa jahe yang dimakan Rakata-Ranaka harganya 1000 perak sebatang, trus es krim temulawak di cup juga nggak sampe goceng (lupa persisnya).

image

Siapa yang nggak kenal Njonja Meneer🙂

image

Ini museumnya...

image

Ada playground!

image

Sumur yang bikin pegel karena dua bocah minta digendong (berulang kali) buat lihat dalemnya😀

image

Si Pecut Kuda

image

Nama gazebonya: Sehat Perkasa😀 (paham lah ya tanaman di sekitarnya bakal dibikin jamu apa, hahaha)

image

Kolam dengan patung mbok jamu

image

Jalan setapak favorit Rakata-Ranaka

image

View dari gardu pandang

image

Es krim jamu!

image

Rasa jahe, beras kencur, roseola...

image

...bahkan rasa temulawak!😀

9 comments on “Taman Djamoe Indonesia – BERGAS (18 September 2013)

  1. danirachmat
    September 19, 2013

    penasaran sama eskrimnya. Itu rasa jamu semua pasti enak dan sehat jadinya si eskrim. Hihihii.

    • ameeeeel
      September 20, 2013

      Sehat, tapi ya nggak bikin singset juga sih kalo es krim😀

      • danirachmat
        September 20, 2013

        Hahahaha. Bakalan kok, klo makannya sambil lari keliling taman jamu.

  2. Anonymous
    September 20, 2013

    Tiap hari dibuka untuk umum mba?
    Soalnya klo lewat kok kliatan sepi2 aja.

    • ameeeeel
      September 20, 2013

      Iya, kmaren pas ngobrol sama security, katanya yang dateng emang lebih sering rombongan, kalo perorangan jarang… buka tiap hari kok (kecuali tanggal merah… tapi kalo tanggal merahnya di hari sabtu/minggu tetep buka), dari jam 08.00-16.00 (tapi boleh main di dalem sampe jam 17.00, jam 16.00 itu tutup loketnya).

  3. Isna Nugraha Putra S
    September 20, 2013

    ini yg di pinggir jalan sebelum bawen kan mbak? sering lewat tapi gak tau kalo dalemnya bagus kaya gini hehe

    • ameeeeel
      September 20, 2013

      Idem! Sering banget lewat tapi nggak pernah tertarik karena keliatan sepi. Ternyata dalamnya menarik kok🙂
      Iya, kalo dari Semarang sebelum Bawen, tepatnya di Bergas🙂

  4. Feº A
    February 9, 2014

    Hi Amel, dulu museumnya yg di Rd Patah masih ada? Apa dipindahin kesini? taman jamunya asik juga ya..mba belum pernah.

    • ameeeeel
      February 10, 2014

      Walah, aku malah nggak tahu kalo ada museumnya, jadi ngga tahu juga ya ini pindahannya atau bukan. Ke sini juga karena sering lihat aja pas otw menuju Jogja dari Semarang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 19, 2013 by .
%d bloggers like this: